Sabtu, 04 Juni 2016

SEKTOR PERTANIAN HARUS DIHIDUPKAN KEMBALI


METROSIANTAR.COM, DOLOK PARDAMEAN – Komoditi pertanian di Simalungun memiliki potensi yang sangat baik. Tak hanya padi, tanaman lain seperti sawit, karet, kopi, dan jeruk juga menjadi komoditi yang diunggulkan di daerah tersebut.
Berangkat dari sinilah, Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM memandang sektor pertanian perlu digenjot supaya kian maju dan ikut menunjang perekonomian masyarakat di Kab. Simalungun Sumatra Utara.
“Kita mesti bergerak cepat untuk menghidupkan kembali sektor pertanian yang sempat lesu,” ujarnya saat melakukan kunjungan kerja ke Nagori Sirube-rube, Kecamatan Dolok Pardamean, Kamis (15/10)


Menurut JR Saragih, saat ini para petani di Simalungun menghadapi kondisi yang kurang menguntungkan, lahan yang terus terkikis, masalah irigasi, hingga minimnya modal membuat sektor pertanian tak berjalan secara optimal seperti yang diharapkan. Untuk itulah, pada 2016 mendatang, pembangunan sektor pertanian menjadi prioritas, di samping pembangunan infrastruktur.
“Saya membayangkan, Simalungun ini akan menjadi daerah percontohan dengan pertanian yang maju. Jalan-jalan akan dibangun dengan konsep yang sejuk seperti jalan di Singapura, Amerika, dan lainnya di mana di setiap sisi jalan berjajar banyak pohon. Tak hanya itu, majunya sektor pertanian itu nantinya juga akan turut ditopang dengan peningkatan ekonomi kreatif warga,” urainya.
Dikatakan, majunya sektor ekonomi itu, sangat mungkin terjadi, ketika pertaniannya maju terlebih dahulu.

“Tak banyak yang tahu, kopi Simalungun ini dijadikan sebagai bahan utama minuman di Perusahaan Starbucks. Yang jadi masalah adalah, selama ini proses pengolahan kopi tak ditunaikan di Simalungun, melainkan dibawa ke kota lain, baru diangkut ke Perusahaan Starbucks,” katanya.
Hal itulah yang menurut Bupati perlu diperbaiki. 
“Kita bisa membuat sendiri pabrik pengolahan biji kopi, supaya hasil yang diperoleh bisa lebih memuaskan. Kita punya sumber daya manusia yang banyak, lantas kenapa bukan warga kita sendiri yang mengolah kopi tersebut,” imbuhnya.

Tak hanya kopi, lanjut JR Saragih, jeruk juga bisa dijadikan komoditi unggulan dengan strategi pencitraan (branding) yang lebih baik dan lebih menarik lagi. “Selama ini, kita tahunya jeruk yang terkenal enak di Sumatera dihasilkan dari kebun-kebun di Medan, padahal Simalungun juga memproduksi itu,” ungkapnya lagi.

Pembangunan sektor pertanian itu hanya bisa terjadi manakala warga memiliki pengetahuan dan kompetensi yang memadai.
“Untuk itulah, dibutuhkan sinergitas segenap anasir masyarakat maupun pemerintah untuk mengadakan bimbingan dan pelatihan misalnya. Dengan kerja sama yang sinergis itu, diharapkan Simalungun bisa semakin maju. Tak akan lagi ada kondisi pertanian lesu, petani mengeluh karena tak mampu ke sawah, dan lainnya,” pungkas JR Saragih.


http://www.metrosiantar.com/2015/10/16/216147/sektor-pertanian-harus-dihidupkan-kembali/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar